Apakah Diabetes itu?
Diabetes merupakan keadaan yang timbul karena ketidakmampuan tubuh mengolah karbohidrat/glukosa akibat kurangnya jumlah insulin atau insulin tidak berfungsi sempurna.
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik yang dikarakteristikkan dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulin, maupun keduanya.
Insulin adalah hormon yang mengatur keseimbangan kadar gula darah.
Apabila insulin tidak cukup jumlahnya dan/atau Reseptor Insulin tidak sensitif, Glukosa tidak dapat masuk ke dalam inti sel.
Tipe Diabetes Melitus
Terdapat 4 tipe diabetes:
-
Diabetes Tipe 1
- Umumnya terjadi pada usia anak-anak & remaja.
- Disebabkan kelainan genetik - autoimun.
- Penderita tergantung pada Insulin seumur hidup.
- Mencakup 10% dari seluruh kasus DM.
- Kadar insulin sangat rendah bahkan tidak ada.
-
Diabetes Tipe 2
- Umumnya terjadi pada usia **> 40** tahun.
- Tidak tergantung insulin, namun jika tidak ditangani dengan baik akan menjadi tergantung pada insulin.
- Mencakup 90% dari seluruh kasus DM.
- Faktor risiko termasuk genetika, diet & gaya hidup, dan Obesitas.
-
Diabetes Tipe Lain
- Terjadi pada usia pertengahan.
- Umumnya akibat penyakit pada Pankreas atau efek dari pemakaian obat-obat tertentu seperti Kortikosteroid dalam jangka waktu lama (misalnya pada asma bronkial, terapi kanker & rematik).
- Bisa tergantung atau tidak tergantung pada insulin.
-
Diabetes Gestational (DM Gestational)
- DM pada ibu hamil (Kehamilan).
- Kerja insulin terhambat akibat perubahan hormonal selama kehamilan.
- Terjadi pada masa kehamilan 24 minggu.
- Dapat diperbaiki dengan perubahan pola hidup.
Faktor Risiko Diabetes Mellitus
Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan:
- Riwayat diabetes dalam keluarga.
- Umur **> 45** tahun.
- Riwayat pernah menderita DM saat hamil.
- Riwayat penyakit kardiovaskuler.
Faktor risiko yang dapat dikendalikan:
- Kegemukan.
- Tekanan darah tinggi **≥ 140/90** mmHg.
- Kadar kolesterol tinggi **> 200**.
- Gaya Hidup Kurang gerak.
- Pola Makan yang tidak sehat.
Dinyatakan DM jika: Ada gejala banyak makan, banyak minum, banyak kencing dan penurunan berat badan disertai dengan:
- KADAR GULA DARAH SEWAKTU **≥ 200 mg/dl**.
- KADAR GULA DARAH PUASA **≥ 126 mg/dl**.
Keadaan Pra Diabetes (Gangguan Toleransi Glukosa - GTG):
- Hiperglikemia (Glukosa Darah Meninggi) saat puasa: GDP (Gula Darah Puasa) 100-125 mg/dl.
- Hiperglikemia pada pengukuran 2 jam setelah makan (2 jam pp): 140-199 mg/dl.
Gejala-gejala lain yang Sering Timbul:
- Penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya.
- Cepat lelah dan mengantuk.
- Pandangan kabur, sering berganti ukuran kacamata.
- Kesemutan, rasa tebal di kulit terutama kaki.
- Gatal-gatal terutama di sekitar kemaluan.
- Luka yang lama sembuh.
- Gigi mudah goyang dan lepas.
Komplikasi Diabetes
- Akut: Hipoglikemia (GD terlalu rendah) dan Hiperglikemia (GD tinggi).
- Kronis:
- Gangguan pembuluh darah besar (jantung, stroke).
- Gangguan pembuluh darah kecil (mata, pembuluh darah ginjal, impotensi).
- Gangguan saraf tepi & otonom (kesemutan, baal).
KOMPLIKASI
Kelainan pada mata (Katarak - kebutaan)
Mudah infeksi
Gula darah tinggi akan menjadi makanan kuman seperti TBC, Infeksi paru, THT, Gigi, kandung empedu, infeksi sal kemih dan kaki.
Luka Diabetes
Hipoglikemia (Kadar Gula Darah Rendah)
-
Definisi: Kadar gula darah rendah, **< 60** mmHg.
-
Pemicu:
- Tidak makan atau makan terlalu sedikit.
- Aktivitas yang meningkat atau olahraga berat.
- Minum obat terlampau banyak atau suntikan insulin dosis tinggi.
- Perubahan kebutuhan tubuh akan obat.
- Konsumsi alkohol.
-
Gejala: Rasa gemetar dan oyong, rasa lemas dan lapar, Nyeri ulu hati, Berdebar-debar dan berkeringat dingin, sakit kepala, Mata berkunang-kunang.
-
Tindakan jika hipoglikemia:
- Diberi air sirup/jus buah/ teh manis bergula satu, bisa juga permen manis, roti, biskuit atau buah-buahan.
- Stop obat gula sementara dan periksa ke dokter dan cek gula darah.
- Bila tidak sadarkan diri, segera bawa ke rumah sakit perlu penanganan lebih lanjut.
7 Langkah Pengendalian Diabetes
-
Berperan Aktif Dalam Proses Pengobatan:
- Cari informasi mengenai diabetes.
- Buat jadwal pemeriksaan rutin.
- Minta rujukan ke ahli gizi, dokter kesehatan olahraga, atau dokter spesialis yang lain, jika perlu.
-
Pola Makan yang Baik:
- Makanan terdiri dari 3 makan utama dan 2-3 porsi makanan selingan.
- Batasi makanan lemak, terutama lemak hewani.
- Hindari makanan kaya gula.
- Jangan minum alkohol.
- Batasi konsumsi garam.
-
Hidup Lebih Aktif:
- Bergerak aktif 30 menit atau lebih setiap hari.
- Aktivitas dapat dibagi menjadi kegiatan kecil sehingga total menjadi 30 menit.
- Pilih kegiatan yang diminati dan sesuai kemampuan.
- Konsultasikan kepada dokter mengenai jenis olahraga, pengaturan pola makan dan pengaruhnya terhadap pengobatan.
-
Minum Obat Sesuai Anjuran Dokter:
- Patuhi jadwal minum obat.
- Contoh Obat DM: Metformin, Glibenklamid, Insulin.
- Jangan mengubah dosis tanpa sepengetahuan dokter.
- Bagi yang menggunakan insulin, patuhi jadwal makan Anda demi keberhasilan terapi.
-
Periksa Kadar Gula Secara Teratur:
- Catat: nilai kadar gula darah, tanggal pemeriksaan, obat yang diminum, kondisi tubuh saat pemeriksaan.
-
Perhatikan Kaki Anda:
- Periksa kaki Anda setiap hari.
- Jagalah agar kaki Anda selalu bersih, kering dan lembut.
- Gunakan kaus kaki dan alas kaki yang nyaman.
- Potong kuku.
-
Periksa Mata Anda:
- Amati adakah gangguan pada mata Anda.
- Lakukan pemeriksaan mata jika ada gangguan.
Penanggulangan/Terapi Diabetes
Waktu makan bagi diabetes
Dibagi dalam porsi kecil namun dibagi beberapa waktu makan agar gula darah stabil.
Makan Penderita DM
- Makanlah sama seperti keluarga lain makan, sesuai dengan takaran yang dianjurkan ahli gizi.
- Makan nasi seperti biasa tidak usah tukar jadi makan kentang atau roti, glikemik indeks Kentang dan Roti lebih tinggi dari nasi, kalau ada nasi beras merah yang ditumbuk jauh lebih baik.
- 100 g nasi (3/4 gelas) = 175 kalori terdiri dari 4 g protein dan 40 g karbohidrat.
- Hindari makan gula pasir, gula jawa, minum syrup, minum soft drink atau makan gula sedikit saja sebagai bumbu.